{"id":721,"date":"2020-04-10T22:42:19","date_gmt":"2020-04-10T22:42:19","guid":{"rendered":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/?p=721"},"modified":"2020-04-10T23:16:15","modified_gmt":"2020-04-10T23:16:15","slug":"demi-allah-lagu-lagu-itu-menyulitkan-saya-menghafal-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/demi-allah-lagu-lagu-itu-menyulitkan-saya-menghafal-al-quran\/","title":{"rendered":"&#8220;Demi Allah, Lagu-lagu itu Menyulitkan Saya Menghafal al-Qur`an.&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p><strong>&#8220;Sebelum menikah, saya ikut partai yang terkadang kegiatannya diiringi dengan musik. Sekarang kondisi berubah, dari pakaian yang saya kenakan dan lainnya. Akan tetapi ada satu hal yang sampai sekarang sulit  dihilangkan, belum bisa melupakan lagu-lagu itu dari hati ini.  Terkadang, tanpa suami tahu, saya masih menyayikannya. Begitu beliau memergokiku langsung, tampak kekecewaan di wajahnya. Demi Allah, lagu-lagu itu menyulitkan saya menghafal al-Qur`an dan buku-buku.  Benar-benar saya kesulitan untuk menghilangkannya padahal sudah dua tahun kucoba. Mohon nasehatnya.&#8221; <\/strong><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Jawaban.<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/MAJALAHASSUNNAH.NET |\">MAJALAHASSUNNAH.NET |<\/a> Semoga Ukhti (Saudari) memperoleh taufik dan kemudahan dalam  menyingkirkan apa yang telah menguasai hati Anda. Memang merupakan  perkara tidak mudah menghilangkan kebiasaan yang telah  mendarah-daging yang Anda peroleh saat aktif di kepartaian.  <\/p>\n\n\n\n<p>Penilaian kami ini merujuk kepada keterangan Anda yang terkadang  mendendangkan lagu itu begitu saja, seolah-olah sudah masuk dalam alam  bawah sadar. <\/p>\n\n\n\n<p>Saudariku yang dirahmati Allah Azza wa Jalla, pertama-tama kami ingin menggarisbawahi bahwa penamaan nasyid (lagu apa  saja) dengan nasyid (lagu) Islami tidaklah tepat. Apalagi, sekarang ini  apa yang disebut lagu-lagu \u2018Islami\u2019 tak ubahnya dengan musik-musik pop  pada umumnya, setelah sebelumnya hanya bermodalkan suara dan rebana  semata. <\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita simak fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah<\/em> saat ditanya tentang nasyid Islam dan fatwa yang membolehkannya. Beliau  mengatakan, <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenamaan itu (nasyid Islami) saja sudah tidak tepat. Sebab  sebutan ini belum pernah ada dalam khazanah buku generasi Salaf dan  ulama besar. Golongan Sufilah yang menjadikan nasyid sebagai bagian  dari agama yang mereka namai dengan <strong>as-sam\u00e2\u2019<\/strong>. Di masa kita ini, tatkala  partai-partai dan gerakan-gerakan dakwah menjamur, setiap partai dan  jamaah dakwah memiliki nasyid-nasyid pemompa gelora semangat yang mereka  tengarai dengan nasyid Islami. Penamaan ini tidak benar. Karena itu,  tidak boleh dipakai dan disebarluaskan di tengah masyarakat. <em>Wabillahit  taufiq<\/em>.&#8221; [Majalah ad-Da\u2019wah, kutipan dari hlm. 37] <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam <strong>al-Khuthab al-Mimbariyyah<\/strong> (3\/184-185), beliau juga menegaskan hal  yang sama dengan berkata, <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\"><p>\u201c<strong>Penamaannya dengan nasyid Islami adalah  sebuah kekeliruan. Sebab Islam tidak mensyariatkan nasyid. Akan tetapi,  yang disyariatkan adalah dzikrullah, membaca al-Qur`an dan belajar ilmu  yang bermanfaat\u2026 Memasukkan musik dalam bagian agama termasuk tasyabbuh  dengan Nasrani yang membangun agama mereka nyayian koor dan alunan  musik\u2026\u201d<\/strong><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p> Jelas sudah, sumbernya sendiri sudah bermasalah. Karena itu, tidak  mengherankan bila juga melahirkan masalah lanjutan, menjauhkan dari  al-Qur`an dan Sunnah. Hasil yang tentunya sangat kontradiktif dari niat  para pencipta lirik dan orang-orang yang melakukannya. Pastinya, mereka  berharap lebih dekat dengan Allah <em>Azza wa Jalla<\/em> dan mencintai ajaran  Nabi <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>. Faktanya, Anda sudah  mengalaminya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam al-Qur`an, penyakit terbagi dua; syahwat dan syubhat. Penyakit  pertama menimpa kaum pelaku maksiat yang memperturutkan hawa nafsunya  untuk kepuasaan sesaat. Penyakit kedua langsung mengenai hati dan  pikiran, dimana pola pikir atau argumentasi lemah yang memperdaya telah  mengendap di dalam hati paling dalam sehingga mampu menyetirnya dan  menjauhkan dari dzikrullah. Konkretnya, akan muncul kata dari hati Anda  atau komentar dukungan dari orang lain yang sepemikiran yang kurang  lebih berbunyi, \u201cIni kan musik Islami alternatif pengganti musik-musik  yang ada, syair-syairnya kan bagus, tidak berbicara tentang cinta haram  seperti musik kebanyakan, akan tetapi bertemakan tentang akhirat, jihad,  mencari cinta Allah <em>Azza wa Jalla<\/em>, mendambakan anak shaleh, istri  shalihah \u2026. &#8220;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"www.toko.majalahassunnah.net\"><img loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"127\" src=\"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/APRIL-1-1024x127.gif\" alt=\"sikap ramadhan\" class=\"wp-image-708\" srcset=\"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/APRIL-1-1024x127.gif 1024w, https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/APRIL-1-300x37.gif 300w, https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/APRIL-1-768x95.gif 768w, https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/APRIL-1-1536x190.gif 1536w, https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/APRIL-1-2048x254.gif 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption>Majalah Terbaru Edisi 12\/thn. XXIII Sya&#8217;ban 1441 \/ April 2020. Jangan sampai kehabisan &#8230;<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Begitu panjang deret bisik pembelaan yang akhirnya akan  membuat orang mengangguk setuju bahwa itu musik Islami sehingga bukan suatu yang tercela untuk melagukannya. Parahnya, sebagian orang mendendangkannya setiap ada kesempatan dan  waktu luang, atau untuk mengiringi pekerjaan yang sedang dikerjakan  maupun menjadikannya sebagai hobi. Ini berarti telah meninggalkan  hal-hal lain yang lebih penting, misalnya dzikrullah yang disyariatkan.  Atau yang lebih parah, ketika ada yang merasa  lebih mudah tersentuh dengan lirik-lirik nasyid daripada nasehat-nasehat al-Qur`an dan Hadits. <em>Nas`alullah lana wa lil muslimin  hidaayah wal \u2018afiyah<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Hendaknya kita camkan firman Allah Azza wa Jalla berikut :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"> \u0623\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0651\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u064a\u064f\u062a\u0652\u0644\u064e\u0649\u0670  \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u06da \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0644\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d  \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e <\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8220;Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasannya Kami telah menurunkan  kepadamu Al-Kitab (al-Qur\u2019an) sedang dia dibacakan kepada mereka  Sesungguhnya di dalam (al-Qur\u2019an) itu terdapat rahmat yang besar dan  pelajaran bagi orang-orang yang beriman.&#8221; <\/strong>[al-\u2018Ankab\u00fbt\/29:51] <\/p>\n\n\n\n<p>Abu Zur\u2019ah rahimahullah pernah mengatakan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"> \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0643\u0650\u062a\u0627\u064e\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u064f \u0641\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0647\u064e\u0630\u064e\u0627  \u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064f <\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8220;Siapa saja yang tidak mengambil \u2018ibrah (pelajaran) dari Kitabullah, maka  ia tidak dapat mengambil ibrah (dari selainnya)&#8221;<\/strong> [Siyar A\u2019l\u00e2min Nubal\u00e2:  12\/1120] <\/p>\n\n\n\n<p>Inilah kekeliruan sebagian orang, kurang memperhatikan al-Qur`an yang  sarat dengan pelajaran-pelajaran dan hikmah sehingga lebih menyukai lirik-lirik syair yang dimusikkan. Ini termasuk <strong>hajrul Qur`\u00e2n  (mengacuhkan al-Qur`\u00e2n)<\/strong> yang dikeluhkan<em> Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa  sallam<\/em> kepada <em>Allah Azza wa Jalla<\/em>,<\/p>\n\n\n\n<p> \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0644\u0631\u064e\u0651\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0628\u0650\u0651 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650\u064a \u0627\u062a\u064e\u0651\u062e\u064e\u0630\u064f\u0648\u0627 \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e  \u0645\u064e\u0647\u0652\u062c\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627 <\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8220;Berkatalah Rasul, &#8216;Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan  al-Qur\u2019an ini sesuatu yang tidak diacuhkan.&#8217;\u201d<\/strong> [al-Furq\u00e2n\/25:30] <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kitab <strong>ash-Shah\u00eeh<\/strong>, Imam al-Bukh\u00e2ri <em>rahimahullah<\/em> menuliskan bab yang  berjudul \u2018Adalah dibenci kondisi orang yang lebih banyak sibuk dengan  syair sampai melupakannya dari dzikrullah, ilmu dan al-Qur`\u00e2n.\u2019 <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai terapi pengobatan, hendaknya kita kembali kepada hal-hal yang  disyariatkan Islam dalam semua urusan; misalnya dalam hal cara  menenangkan jiwa, memompa semangat berbuat baik, melunakkan hati,  meningkatkan semangat pengorbanan dan perjuangan. Secara bertahap beralihlah untuk memperbanyak mendengar al-Qur`an.  <\/p>\n\n\n\n<p>Al-Qur`an merupakan kitab hidayah (petunjuk) yang tidak boleh  dikesampingkan seorang Muslim dan Muslimah. Bacaan tartil para imam  Haramain (Mekah Madinah) bisa jadi pilihan. Saat mendengarkan bacaan,  berusahalah memahami makna dan menghayatinya sedikit demi sedikit.  Bersikaplah seolah-oleh mendengarnya langsung dari Allah <em>Azza wa Jalla<\/em>.  Lakukan terapi ini sampai tercabut dari hati dan kecintaan mendengar  al-Qur`an menjadi mapan. Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah <\/em>telah  menyampaikan ini dalam al-Mad\u00e2rij 1\/540, 2\/517-518.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lupa, perbanyak istighfar dan dzikir karena akan mampu membersihkan  hati dan jiwa, serta mendekatkan diri kepada Allah<em> Azza wa Jalla, <\/em> sehingga lebih mudah menerima nasehat dari wahyu Ilahi. <\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, semoga  pemaparan singkat ini bermanfaat sehingga Anda dapat meraih cinta Allah  dengan cara-cara yang disyariatkan, dan selanjutnya cinta suami pun selalu dalam genggaman. <strong>(Ustadz Abu Minhal)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p>Ingin dapatkan majalah edisi digital? Kunjungi klik <a href=\"http:\/\/www.myedisi.com\/assunnah\">DISINI<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Mau nambah koleksi majalah edisi lain, bundel atau aneka buku bermutu Pustaka Imam Bukhari? Silakan mampir <a href=\"http:\/\/toko.majalahassunnah.net\">KESINI<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Sebelum menikah, saya ikut partai yang terkadang kegiatannya diiringi dengan musik. Sekarang kondisi berubah, dari pakaian yang saya kenakan dan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5,28,4],"tags":[168,166,163,170,165,167,171,169],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=721"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":738,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions\/738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media\/722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}