{"id":646,"date":"2020-03-18T10:48:35","date_gmt":"2020-03-18T10:48:35","guid":{"rendered":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/?p=646"},"modified":"2020-03-18T10:53:02","modified_gmt":"2020-03-18T10:53:02","slug":"rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas\/","title":{"rendered":"Ras\u00fblull\u00e2h Shallallahu \u2018alaihi wa sallam Memperhatikan Skala Prioritas"},"content":{"rendered":"<div>\n<p>Oleh: Ustadz Abu Minhal, Lc<\/p>\n<h4>Urusan yang dihadapi manusia sehari-hari tidak sedikit. Kewajiban-kewajiban yang mesti ia tunaikan pun banyak. Meskipun demikian, tingkat urgensi dan kewajiban tersebut berbeda-beda, tidak berada dalam satu level. Untuk itu, perlu mempertimbangkan sejauh mana urgensi suatu perkara dalam menentukan amalan mana yang harus didahulukan?<\/h4>\n<p>Ras\u00fblull\u00e2h<em> Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> telah mengajarkan kepada umat untuk memperhatikan skala prioritas dalam kehidupan mereka.<\/p>\n<p>Ketika mengutus Muadz bin Jabal<em> Radhiyallahu anhu<\/em> ke negeri Yaman, Ras\u00fblull\u00e2h <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>\u00a0 berpesan kepadanya dengan bersabda,<\/p>\n<h3 style=\"text-align: right;\"><strong>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u064f\u0645\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u0650. \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0651\u064e\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0648\u064e\u062d\u0651\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649<\/strong><\/h3>\n<p><em>&#8220;Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari Ahli Kitab. Maka, jadikanlah dakwah pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah agar mereka mengesakan All\u00e2h.&#8221;<\/em>.<a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a><\/p>\n<p>Ras\u00fblull\u00e2h <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> menyoroti pentingnya dakwah tauhid saat berpesan kepada Muadz bin Jabal <em>Radhiyallahu anhu<\/em> \u00a0yang Beliau <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> utus untuk berdakwah di Yaman. Beliau <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> mengarahkannya untuk menjadikan persoalan tauhid sebagai bahasan utama dan pertama dalam dakwahnya.<\/p>\n<p>Hadits ini menunjukkan, perkara tauhid harus lebih diutamakan di atas seluruh amal kebaikan lainnya yang berhubungan dengan hak-hak All\u00e2h <em>Azza wa Jalla<\/em> maupun hak-hak sesama manusia, dan sesungguhnya pembahasan tauhid menjadi materi pertama dalam\u00a0 dakwah dikarenakan keutamaan dan kemuliaannya.<a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftn2\" name=\"_ftnref2\">[2]<\/a><\/p>\n<p>Pernyataan Ummul Mukminin Aisyah <em>Radhiyallahu anhuma<\/em> tentang surat-surat al-Qur`an yang pertama turun juga menguatkan pentingnya skala prioritas dalam berdakwah dengan mengawali penanaman tauhid dalam hati orang yang didakwahi. Aisyah <em>Radhiyallahu anhuma<\/em> mengatakan, \u201cSesungguhnya surat yang pertama diturunkan adalah surat <em>mufashshal<\/em>, yang di dalamnya ada berita tentang surga dan neraka. Tatkala manusia telah tulus menuju Islam, turunlah hukum halal dan haram. Sekiranya, yang pertama kali diturunkan adalah, \u201cJanganlah kalian minum khamr\u201d, maka mereka akan merespon, \u201cKami tidak akan meninggalkannya selamanya\u201d, atau seandainya turun, \u201cJanganlah kalian berzina\u201d, maka mereka akan berkata, \u201cKami tidak akan meninggalkan zina selamanya\u201d. <a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftn3\" name=\"_ftnref3\">[3]<\/a><\/p>\n<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqal\u00e2ni <em>rahimahullah<\/em> menyimpulkan bahwa Ummul Mukminin Aisyah <em>Radhiyallahu anhuma<\/em> telah mengisyaratkan mengenai hikmah urutan turunnya surat-surat al-Qur`an dan kandungan yang pertama kali diturunkan adalah seruan kepada tauhid, kabar gembira bagi orang Mukmin dan orang yang taat dengan Surga, dan peringatan bagi orang yang kafir dan pelaku maksiat dengan Neraka. Ketika jiwa-jiwa mereka telah mapan menerimanya, barulah diturunkan ayat-ayat yang berisi hukum-hukum. <a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftn4\" name=\"_ftnref4\">[4]<\/a><\/p>\n<p>Dalam hadits lain, Ras\u00fblull\u00e2h <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> juga mengajarkan seorang Muslim untuk menyadari bahwa materi yang dinafkahkan kepada keluarga merupakan pembelanjaan uang yang terbaik. Beliau <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda,<\/p>\n<h3 style=\"text-align: right;\"><strong>\u0623\u064e\u0641\u0652\u0636\u064e\u0644\u064f \u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0631\u064d \u064a\u064f\u0646\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0647\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u064f \u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0631\u064c \u064a\u064f\u0646\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0639\u0650\u064a\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650<\/strong><\/h3>\n<p><em>Uang dinar yang paling utama ialah dinar yang dinafkahkan seseorang bagi keluarganya<\/em><em>.<\/em><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftn5\" name=\"_ftnref5\">[5]<\/a><\/p>\n<p>Syaikh al-\u2018Utsaimin<em> rahimahullah<\/em> mengatakan, \u201cMenjadi kewajiban seorang Muslim untuk memulai dengan melakukan kewajiban yang mesti dijalankan oleh dirinya. Baru kemudian, ia melakukan yang sunnah yang ia inginkan. Karena syaithan ingin sekali manusia melakukan amalan sunnah dan membuatnya meremehkan amalan yang wajib.\u201d [<em>Syar<u>h<\/u> Riy\u00e2dhish Sh\u00e2lih\u00een<\/em> 1\/678].<\/p>\n<p>Dalam hadits lain, Ras\u00fblull\u00e2h <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda,<\/p>\n<h3 style=\"text-align: right;\"><strong>\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u0652\u064a\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0641\u0652\u0644\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062f\u064e\u0623\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0639\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f<\/strong><\/h3>\n<p><em>&#8220;Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dengan orang yang engkau tanggung.&#8221;<\/em> [HR. Al- Bukh\u00e2ri no.1427]<\/p>\n<p>Imam Al-\u2018Izz bin \u2018Abdis Sal\u00e2m <em>rahimahullah<\/em> mengatakan, \u201cKita harus mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah, amalan yang waktunya terbatas daripada amalan yang waktunya longgar, amalan yang lebih wajib daripada yang wajib, amalan yang lebih utama daripada yang utama\u2026\u201d. [<em>Syajaratul Ma\u2019\u00e2rif wal Ahw\u00e2l <\/em>351-352, Kutipan dari <em>Kun\u00fbz Riy\u00e2dhish Sh\u00e2li<u>h<\/u>\u00een<\/em> 5\/321].<\/p>\n<p>Demikianlah petunjuk Ras\u00fblull\u00e2h <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bagi umatnya, agar mendahulukan sesuatu yang didahulukan oleh All\u00e2h dan Rasul-Nya lebih mengutamakan perhatian terhadap perkara-perkara yang digarisbawahi oleh syariat. Dengan itu, seorang hamba telah berjalan di atas lintasan yang benar dalam menjalankan perintah agama dengan memperhatikan perkara yang paling wajib dan paling ditekankan oleh agama. Ia pun akan menjadi orang yang terdepan dalam memperoleh karunia dari All\u00e2h dan\u00a0 merealisasikan <em>mut\u00e2ba\u2019ah<\/em> kepada Nabi <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>.<\/p>\n<p><em>Wall\u00e2hu a\u2019lam<\/em>.<\/p>\n<p>_______<br \/>\nFootnote<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a> \u00a0HR. Al-Bukh\u00e2ri no.7372 dan Muslim no.19.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftnref2\" name=\"_ftn2\">[2]<\/a> \u00a0<em>Tajr\u00eedu al-Ittib\u00e2<\/em> <em>f\u00ee<\/em><em> Bay\u00e2ni Asb\u00e2bi Taf\u00e2dhul<\/em><em>i<\/em><em> al-A\u2019m\u00e2l, <\/em>Dr. Ibrahim ar-Ruhaili<em>, <\/em>\u00a0hlm. 41.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftnref3\" name=\"_ftn3\">[3]<\/a>\u00a0 HR. Al- Bukh\u00e2ri no.4993.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftnref4\" name=\"_ftn4\">[4]<\/a>\u00a0 <em>Fathul B\u00e2ri<\/em> 9\/40.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/8552-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-memperhatikan-skala-prioritas.html#_ftnref5\" name=\"_ftn5\">[5]<\/a>\u00a0 HR. Muslim<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\"><strong>www.majalahassunnah.net<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Kunjungi <a href=\"https:\/\/toko.majalahassunnah.net\/\"><strong>Toko Online Majalah As-Sunnah<\/strong><\/a>, untuk mendapatkan koleksi majalah yang lebih lengkap dengan harga dan penawaran menarik lainnya.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ustadz Abu Minhal, Lc Urusan yang dihadapi manusia sehari-hari tidak sedikit. Kewajiban-kewajiban yang mesti ia tunaikan pun banyak. Meskipun<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":647,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[134],"tags":[135,137,136,92],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/646"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=646"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":651,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/646\/revisions\/651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media\/647"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}