{"id":446,"date":"2019-08-29T05:44:18","date_gmt":"2019-08-29T05:44:18","guid":{"rendered":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/?p=446"},"modified":"2020-02-12T00:24:07","modified_gmt":"2020-02-12T00:24:07","slug":"lanaa-amaalunaa-walakum-amaalukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/lanaa-amaalunaa-walakum-amaalukum\/","title":{"rendered":"Lanaa A&#8217;maaluna, Walakum A&#8217;maalukum"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Oleh: Ust. Abu Isma\u2019il Muslim Al-Atsari<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Perselisihan pendapat di antara manusia adalah hal biasa, demikian juga di antara kaum Muslimin, karena hal itu memang merupakan tabi\u2019at manusia. Yang terpenting adalah menyikapi perselisihan sesuai dengan perintah All\u00e2h Azza wa Jalla, yaitu mengembalikan segala perkara yang diperselisihkan kepada All\u00e2h dan Rasul-Nya. Jangan sampai perselisihan menjadi sebab perpecahan yang diharamkan.<\/strong><\/p>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla berfirman:<\/p>\n<p>\u064a\u064e\u0627\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u0648\u064e\u0623\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u0649 \u0627\u0652\u0644\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646 \u062a\u064e\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0639\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0634\u064e\u0649\u0652\u0621\u064d \u0641\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0646 \u0643\u064f\u0646\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0652\u0644\u0623\u064e\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u062a\u064e\u0623\u0652\u0648\u0650\u064a\u0644\u0627\u064b {59}<\/p>\n<p><em><i>Hai orang-orang yang beriman, ta\u2019atilah All\u00e2h dan ta\u2019atilah Rasul (Nya), dan ulil amri (ulama dan umaro\u2019) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada All\u00e2h (al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada All\u00e2h dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.<\/i><\/em> [An-Nisa\u2019\/4: 59]<\/p>\n<p>Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah<\/em> berkata, \u201cAll\u00e2h <em>Subhanahu wa Ta\u2019ala<\/em> memerintahkan (kita) untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya. All\u00e2h mengulangi kata kerja (ta\u2019atilah !) sebagai pemberitahuan bahwa mentaati Rasul-Nya wajib secara otonomi, dengan tanpa meninjau ulang apa yang beliau perintahkan dengan al-Qur\u2019\u00e2n. Jika beliau memerintahkan, wajib mentaatinya secara mutlak, sama saja, apakah yang beliau perintahkan itu ada dalam al-Qur\u2019\u00e2n atau tidak ada di dalamnya. Karena sesungguhnya beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam diberi al-Kitab dan yang semisalnya bersamanya\u201d. [<em><i>I\u2019l\u00e2mul Muwaqqi\u2019\u00een<\/i><\/em>\u00a02\/46), penerbit: Darul Hadits, Kairo, th: 1422 H \/ 2002 H]<\/p>\n<p>Beliau rahimahullah juga berkata, \u201cKemudian All\u00e2h memerintahkan orang-orang yang beriman agar mengembalikan apa yang mereka perselisihkan kepada kepada All\u00e2h dan Rasul-Nya, jika mereka orang-orang yang beriman. Dan All\u00e2h Azza wa Jalla memberitakan kepada mereka bahwa itu lebih utama bagi mereka di dunia ini, dan lebih baik akibatnya di akhirnya. Ini memuat beberapa perkara, diantaranya :<\/p>\n<ul>\n<li>Bahwa orang-orang yang beriman terkadang berselisih pada sebagian hukum, dan mereka tidak keluar dari keimanan dengan sebab (perselisihan) itu, jika mereka mengembalikan apa yang mereka perselisihkan kepada All\u00e2h dan Rasul-Nya, sebagaimana All\u00e2h syaratkan terhadap mereka. Dan tidak ada diragukan lagi bahwa ketetapan yang digantungkan dengan suatu syarat, maka ketetapan itu akan hilang dengan sebab ketiadaan syarat tersebut.<\/li>\n<li>Bahwa firman All\u00e2h <em><i>\u201cKemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu\u201d,<\/i><\/em>meliputi seluruh yang diperselisihkan oleh orang-orang yang beriman dari masalah-masalah agama, yang kecil dan yang besar, yang terang, dan yang samar.<\/li>\n<li>Manusia telah sepakat bahwa mengembalikan kepada All\u00e2h adalah mengembalikan kepada kitab-Nya, mengembalikan kepada Rasul-Nya adalah mengembalikan kepada diri beliau di saat hidup beliau, dan kepada Sunnahnya setelah beliau wafat.<\/li>\n<li>All\u00e2h Azza wa Jalla menetap bahwa \u201cmengembalikan apa yang mereka perselisihkan kepada kepada All\u00e2h dan Rasul-Nya\u201d termasuk kewajiban dan konsekwensi iman. Oleh karenanya, jika itu tidak ada, makan imanpun hilang. [Diringkas dari I\u2019l\u00e2mul Muwaqqi\u2019in 2\/47-48]<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Sikap Sebagian Umat Islam<\/strong><br \/>\nKetika umat Islam berpecah belah menjadi banyak golongan, dan masing-masing golongan membanggakan apa yang ada padanya, banyak di antara mereka susah diajak bersatu di atas kebenaran. Sebagian mereka bahkan ketika diajak untuk kembali kepada kebenaran, mengikuti al-Qur\u2019\u00e2n dan as-Sunnah, mereka membacakan ayat, <em><i>\u201cLana a\u2019maaluna walakum a\u2019maalukum<\/i><\/em>\u00a0(bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu)\u201d. Seolah-olah mereka telah mengikuti al-Qur\u2019\u00e2n dengan sikapnya tersebut. Alangkah aneh sikap mereka itu, menyelisihi al-Qur\u2019\u00e2n dengan dalil ayat al-Qur\u2019\u00e2n. Tentu dengan pemahaman yang bertentangan dengan maksud al-Qur\u2019\u00e2n.<\/p>\n<p><strong>Perkataan Itu untuk Orang-orang Kafir<\/strong><br \/>\nJika kita memperhatikan al-Qur\u2019\u00e2n, maka sesungguhnya ayat yang berbunyi \u201cLana a\u2019maaluna walakum a\u2019maalukum (bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu)\u201d tidak boleh ditujukan kepada orang Muslim yang mengajak bersatu di atas kebenaran.<\/p>\n<p>Sesungguhnya kalimat tersebut terdapat di tiga tempat di dalam al-Qur\u2019\u00e2n, dan semuanya diucapkan oleh orang-orang yang beriman kepada orang-orang kafir. Dan maksud kalimat itu adalah bara\u2019 (berlepas diri) dari orang-orang kafir dan perbuatan mereka.<\/p>\n<p>Inilah tiga ayat tersebut dengan sedikit penjelasan arti dan maksudnya.<\/p>\n<ol>\n<li>Ayat Pertama: All\u00e2h Azza wa Jalla berfiman :<\/li>\n<\/ol>\n<h3>\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p><em><i>&#8220;Katakanlah: &#8216;Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang All\u00e2h, padahal Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.'&#8221;<\/i><\/em><strong> [Al-Baqarah\/2: 139]<\/strong><\/p>\n<p>Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang ayat ini, ada yang mengatakan bahwa perkataan ini ditujukan kepada Ahlul Kitab, ada juga yang mengatakan bahwa perkataan ini ditujukan kepada orang-orang musyrik. Tetapi mereka bersepakat bahwa ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir.<\/p>\n<p>Imam Al-Baghawi berkata, \u201cFirman All\u00e2h \u201c<em><i>Katakanlah<\/i><\/em>\u201d wahai Muhammad <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> kepada orang-orang Yahudi dan Nashara, \u201cApakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang All\u00e2h\u201d, yaitu tentang agama All\u00e2h, perdebatan ini adalah perdebatan tentang agama All\u00e2h untuk memenangkan hujjah (argumen). Yaitu mereka mengatakan \u2018Sesungguhnya semua para Nabi adalah dari kami dan di atas agama kami, dan agama kami lebih lurus, maka kami lebih dekat kepada All\u00e2h daripada kamu (umat Islam)\u2019. Maka All\u00e2h<em> Azza wa Jalla<\/em> berfirman :<\/p>\n<h3>\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652<\/h3>\n<p><em><i>Katakanlah: \u2018Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang All\u00e2h, padahal Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu\u2019,<\/i><\/em><\/p>\n<p>yaitu kami dan kamu sama (tidak ada bedanya) di hadapan All\u00e2h, karena Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu, \u2018bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu\u2019, yaitu setiap orang mendapatkan balasan amalannya, maka bagaimana kamu mendakwahkan bahwa kamu lebih dekat kepada All\u00e2h ? \u2018dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati\u2019, sedangkan kamu orang-orang yang menyekutukan dengan-Nya\u201d. [<em><i>Tafsir al-Baghawi<\/i><\/em>, 1\/157]<\/p>\n<p>Imam Ibnu Katsir berkata, \u201cAll\u00e2h <em>Azza wa Jalla<\/em> berfirman untuk membimbing Nabi-Nya <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> demi menolak perbantahan orang-orang musyrik \u2018Katakanlah: \u201cApakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang All\u00e2h\u2019, yaitu apakah kamu mendebat kami tentang tauhidullah (mengesakan All\u00e2h di dalam peribadahan), mengikhlaskan (hati) untukNya dan mematuhiNya, mengikuti perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, padahal Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu\u2019, Dia Yang mengatur kami dan kamu, Yang berhak diibadahi, Dia sendiri tidak ada sekutu bagi-Nya.<\/p>\n<p>\u2018Bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu\u2019, yaitu: Kami bara\u2019 (berlepas diri) dari kamu, dan kamu baro\u2019 (berlepas diri) dari kami, sebagaimana firman-Nya dalam ayat yang lain :<\/p>\n<h3>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p><em><i>Jika mereka mendustakan-mu, maka katakanlah: \u201cBagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan\u201d.<\/i><\/em>\u00a0[Yunus\/10: 41]<\/p>\n<p>Juga firman-Nya :<\/p>\n<h3>\u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u062c\u0652\u0647\u0650\u064a\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u064e\u0639\u064e\u0646\u0650 \u06d7 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064f\u0645\u0651\u0650\u064a\u0651\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u06da \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0648\u0652\u0627 \u06d6 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0648\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u063a\u064f \u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650<\/h3>\n<p><em><i>Kemudian jika mereka mendebat-mu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: \u201cAku menyerahkan diriku kepada All\u00e2h dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku\u201d. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi [orang musyrik Arab dan lainnya yang tidak diberi Kitab suci]: \u201cApakah kamu (mau) masuk Islam?\u201d. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat All\u00e2h). Dan All\u00e2h Maha melihat kepada hamba-hamba-Nya.<\/i><\/em>\u00a0[Ali-Imran\/3: 20]<\/p>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla juga berfirman memberitakan tentang (Nabi) Ibrahim :<\/p>\n<h3>\u0648\u064e\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064e\u0647\u064f \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064f\u0647\u064f \u06da \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u062a\u064f\u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064f\u0648\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064f \u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u06d7 \u0648\u064e\u0633\u0650\u0639\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627 \u06d7 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p><em><i>Dan dia (Ibrahim) dibantah oleh kaumnya. Dia (Ibrahim) berkata: \u201cApakah kamu hendak membantah aku tentang All\u00e2h, padahal sesungguhnya All\u00e2h telah memberi petunjuk kepadaku\u201d. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan All\u00e2h, kecuali di kala Rabbku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Rabbku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?\u201d<\/i><\/em>\u00a0[al-An\u2019\u00e2m\/6: 80]<\/p>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla juga berfirman :<\/p>\n<h3>\u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u062d\u064e\u0627\u062c\u0651\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u0650\u064a\u0645\u064e \u0641\u0650\u064a \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0622\u062a\u064e\u0627\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064e<\/h3>\n<p><em><i>Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya (Allah) karena All\u00e2h telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan) \u2026<\/i><\/em>\u00a0[Baca ayat selengkapnya al-Baqarah\/2: 258]<\/p>\n<p>Dan di dalam ayat pertama ini, All\u00e2h berfirman :<\/p>\n<h3>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0646\u064e\u062d\u0652\u0646\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0644\u0650\u0635\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p><em><i>\u2018Bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati\u2019<\/i><\/em><\/p>\n<p>Yaitu kami bara\u2019 (berlepas diri) dari kamu, dan kamu bara\u2019 (berlepas diri) dari kami, dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati, yaitu di dalam ibadah dan menghadapkan wajah (hati)\u201d. [Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Baqarah\/2: 139]<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Ayat Kedua: All\u00e2h Azza wa Jalla berfiman :<\/li>\n<\/ol>\n<h3>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0631\u064e\u0636\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u0644\u064e\u0627\u0645\u064c \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u0646\u064e\u0628\u0652\u062a\u064e\u063a\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0627\u0647\u0650\u0644\u0650\u064a\u0646\u064e<\/h3>\n<p><em><i>Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya dan mereka berkata: \u201cBagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil\u201d.<\/i><\/em>\u00a0[al-Qashshash\/28: 55]<\/p>\n<p>Imam Ibnu Katsir (6\/245) rahimahullah berkata, \u201cFirman All\u00e2h (yang artinya) \u2018<em><i>Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, <\/i><\/em>mereka berpaling darinya\u2019, yaitu mereka tidak bercampur dan bergaul dengan para pelakunya, bahkan sebagaimana firman-Nya :<\/p>\n<h3>\u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0627\u0644\u0632\u0651\u064f\u0648\u0631\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u063a\u0652\u0648\u0650 \u0645\u064e\u0631\u0651\u064f\u0648\u0627 \u0643\u0650\u0631\u064e\u0627\u0645\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em><i>Dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.<\/i><\/em>\u00a0[al-Furqan\/25: 72]<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h \u2018Dan mereka berkata: \u201cBagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil\u201d. Yaitu jika ada orang bodoh membodohkan mereka dan mengucapkan kepada mereka perkataan yang tidak pantas dijawab, mereka berpaling darinya, dan mereka tidak membalas dengan perkataan keji atau buruk yang serupa dengannya. Dan tidak muncul dari mereka kecuali perkataan yang baik. Oleh karena itu, All\u00e2h berfirman tentang mereka, bahwa mereka mengatakan: \u201cBagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil\u201d. Yaitu: Kami tidak menginginkan dan tidak menyukai jalan orang-orang bodoh\u201d. [<em><i>Tafsir Ibnu Katsir<\/i><\/em>, surat al-Qashshash\/28: 55]<\/p>\n<p>Kemudian imam Ibnu Katsir menukilkan riwayat dari Ibnu Ishaq dalam kitab sirahnya, bahwa mereka ini adalah orang-orang Nashara dari Habasyah yang mengucapkan perkataan tersebut kepada orang-orang kafir Quraisy. Namun ada juga yang berpendapat bahwa mereka adalah orang-orang Nashara dari Najran. Dan ada juga yang berpendapat bahwa ayat ini turun berkaitan dengan raja Najasyi dan para pengikutnya.<\/p>\n<p>Intinya, ayat ini menjelaskan perkataan orang-orang Nashara yang telah masuk Islam kepada orang-orang kafir yang mencela keislaman mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Mujahid, \u201cAyat ini turun tentang sekelompok orang dari Ahli Kitab yang masuk Islam lalu mereka diganggu\u201d. [<em><i>Tafsir al-Baghawi,<\/i><\/em>\u00a06\/214]<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Ayat Ketiga: All\u00e2h Ta\u2019ala berfiman :<\/li>\n<\/ol>\n<h3>\u0641\u064e\u0644\u0650\u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0622 \u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e\u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u0652 \u0623\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0627\u0621\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u062a\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0622 \u0623\u064e\u0646\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646 \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0648\u064e\u0623\u064f\u0645\u0650\u0631\u0652\u062a\u064f \u0644\u0623\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0622\u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0627\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0627\u064e\u062d\u064f\u062c\u0651\u064e\u0629\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u064a\u064e\u062c\u0652\u0645\u064e\u0639\u064f \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0635\u0650\u064a\u0631\u064f {15}<\/h3>\n<p><em><i>Oleh karena itu, serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah [istiqamahlah] sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: \u201cAku beriman kepada semua kitab yang diturunkan All\u00e2h dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. All\u00e2h-lah Rabb kami dan Rabb kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, All\u00e2h mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)\u201d.<\/i><\/em>\u00a0[QS. Asy-Syura\/42: 15]<\/p>\n<p>Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, \u201cFirman All\u00e2h (yang artinya) \u2018<em><i>Oleh karena itu serulah\u2019,<\/i><\/em>\u00a0yaitu serulah manusia kepada agama yang telah Kami wahyukan kepadamu, agama yang telah Kami wasiatkan kepada semua Rasul sebelummu, para Rasul yang memiliki syari\u2019at-syari\u2019at besar yang dikuti, seperti ulul azmi dan lainnya.<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h (yang artinya) <em><i>\u2018dan tetaplah (istiqamahlah) sebagai mana diperintahkan kepadamu\u2019<\/i><\/em>, yaitu hendaklah engkau dan para pengikutmu istiqomah melaksanakan ibadah kepada All\u00e2h sebagaimana diperintahkan kepadamu\u2019<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h (yang artinya<em><i>) \u2018dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka\u2019,<\/i><\/em>\u00a0yakni jangan mengikuti penyembahan berhala-berhala yang dibuat-buat secara dusta oleh orang-orang musyrik.<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h \u2018dan katakanlah: \u201c<em><i>Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan All\u00e2h\u2019<\/i><\/em>, yaitu aku membenarkan semua kitab yang diturunkan dari langit kepada Nabi-Nabi, kami tidak membeda-.bedakan seorangpun di antara mereka.<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h (yang artinya) <em><i>\u2018dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu\u2019<\/i><\/em>, yaitu di dalam menghukumi, sebagaimana All\u00e2h perintahkan kepadaku.<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h (yang artinya) \u2018<em><i>Allah-lah Rabb kami dan Rabb kamu\u2019,<\/i><\/em>\u00a0yaitu Dia Yang berhak diibadahi, tidak ada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Dia. Kami mengakui hal itu dengan sukarela, dan walaupun kamu tidak melakukannya dengan sukarela, tetapi siapa saja yang ada di dunia ini bersujud kepadaNya dengan terpaksa atau sukarela.<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h (yang artinya) <em><i>\u2018Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu\u2019<\/i><\/em>, yaitu kami berlepas diri dari kamu, sebagaimana firmanNya :<\/p>\n<h3>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0643\u064e \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0644\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u06d6 \u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0626\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0631\u0650\u064a\u0621\u064c \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p>Jika mereka mendustakan-mu, maka katakanlah: \u201cBagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan\u201d. [Yunus\/10: 41]<\/p>\n<p>Firman All\u00e2h (yang artinya) \u2018Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu\u2019, Muj\u00e2hid berkata, \u201cTidak ada pertengkaran\u201d. As-Suddi berkata, \u201cItu sebelum turun ayat saif (ayat yang memerintahkan jihad perang)\u201d. Perkataan ini tepat, karena ayat ini turun di Makkah (sebelum hijrah), sedang ayat saif setelah hijrah\u201d. [<em><i>Tafsir Ibnu Katsir<\/i><\/em>, 7\/195]<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nDengan keterangan di atas jelas bahwa menggunakan ayat \u201c<em>Lana a\u2019maaluna walakum a\u2019maalukum<\/em> (bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu)\u201d kepada sesama kaum Muslimin ketika berbeda pendapat merupakan perbuatan menempatkan ayat bukan pada tempatnya, dan berbicara tentang ayat All\u00e2h dengan tanpa ilmu, bahkan bertentangan dengan ilmu yang haq. Bertentangan dengan perintah untuk mengembalikan segala perselisihan kepada al-Kitab dan as-Sunnah.<\/p>\n<p>Sesungguhnya ayat-ayat tersebut merupakan pernyataan bara\u2019 (berlepas diri) dari kekafiran dan orang-orang kafir, bukan pernyataan toleransi di dalam perselisihan, <em><i>wallahu a\u2019lam.<\/i><\/em><\/p>\n<p>Ayat-ayat tersebut semakna dengan ayat:<\/p>\n<h3>\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062f\u0650\u064a\u0646\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e \u062f\u0650\u064a\u0646\u0650<\/h3>\n<p><em><i>Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku<\/i><\/em>\u00a0[al-K\u00e2firun\/109: 6]<\/p>\n<p>Semoga All\u00e2h selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus, menganugerahkan keikhlasan niat dan kebenaran amalan, sesunggunya All\u00e2h Maha Mendengar doa dan berkuasa mengabulkannya.<\/p>\n<p><em><i>Al-hamdulillahi rabbil \u2018alamin.<\/i><\/em><\/p>\n<p># Majalah As-Sunnah Edisi 03-04\/Tahun XVI\/1433H\/2012.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[su_posts template=&#8221;templates\/list-loop.php&#8221; posts_per_page=&#8221;3&#8243; tax_operator=&#8221;AND&#8221; offset=&#8221;10&#8243; order=&#8221;desc&#8221; orderby=&#8221;rand&#8221; ignore_sticky_posts=&#8221;yes&#8221;]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ust. Abu Isma\u2019il Muslim Al-Atsari Perselisihan pendapat di antara manusia adalah hal biasa, demikian juga di antara kaum Muslimin,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8,28],"tags":[37],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/446"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=446"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":507,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/446\/revisions\/507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media\/353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}