{"id":411,"date":"2019-05-06T01:37:45","date_gmt":"2019-05-06T01:37:45","guid":{"rendered":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/?p=411"},"modified":"2019-05-06T01:37:45","modified_gmt":"2019-05-06T01:37:45","slug":"dzulqarnain-penguasa-yang-adil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/dzulqarnain-penguasa-yang-adil\/","title":{"rendered":"DZULQARNAIN PENGUASA YANG ADIL"},"content":{"rendered":"<p>Bila kita perhatikan ayat-ayat dalam al-Quran niscaya, kita dapati saat membahas masalah hak untuk memberikan kepemimpinan, kekuasaan dan kerajaan, All\u00e2h Azza wa Jalla menyandarkan hal itu hanya kepada-Nya. Karena memang hanya dengan kehendak-Nya, seorang hamba diangkat menjadi pemimpin. Dia Azza wa Jalla\u00a0 menetapkan dan mencabut kekuasaan dari seseorang. Dan sesungguhnya para penguasa, ada waktu dan masanya. Seandainya seluruh manusia di muka bumi sepakat untuk mengkudeta pemimpinnya, mereka tidak akan bisa melakukan itu hingga All\u00e2h Azza wa Jalla sendiri yang menghendaki masa jabatannya habis, karena All\u00e2h Azza wa Jalla menetapkan dan mencabut kekuasaan seseorang berdasarkan sifat hikmah-Nya yang agung.<a name=\"_ftnref1\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn1\">[1]<\/a><\/p>\n<p>Dzulqarnain, diantara orang yang telah All\u00e2h Azza wa Jalla beri kekuasaan. All\u00e2h Azza wa Jalla\u00a0 berfirman:<\/p>\n<h3>\u0648\u064e\u064a\u064e\u0633\u0652\u0623\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0643\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u06d6 \u0642\u064f\u0644\u0652 \u0633\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0644\u064f\u0648 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627 \u06de \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0644\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u0650\u064a\u0639\u064e \u0645\u064e\u0639\u0650\u064a\u064e \u0635\u064e\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627<strong>\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><em>Mereka bertanya kepadamu\u00a0(Muhammad) tentang Dzulqarnain.\u00a0Katakanlah, \u2018Aku akan bacakan kepadamu\u00a0cerita tentangnya.<\/em>\u00a0<em>Sesungguhnya Kami\u00a0telah memberi\u00a0<strong>kekuasaan<\/strong>\u00a0kepadanya di\u00a0(muka) bumi, dan Kami telah memberikan\u00a0kepadanya jalan (untuk mencapai) segala\u00a0sesuatu.<\/em><\/p>\n<p>Ahlul kitab atau kaum musyrikin bertanya kepada Ras\u00fblull\u00e2h Shallallahu \u2018alaihi wa sallam tentang kisah Dzulqarnain. Lalu All\u00e2h Azza wa Jalla memerintahkan Beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam untuk mengatakan, \u2018Aku akan bacakan kepada kalian cerita tentangnya sebagai pelajaran.\u2019 Artinya, di dalamnya terdapat berita yang bermanfaat dan pembicaraan yang menakjubkan yaitu saya akan bacakan untuk kalian tentang keadaannya yang bisa mengingatkan kalian serta sebagai pelajaran. Adapun yang tidak ada pelajaran darinya maka tidak dikabarkan kepada kalian.<a name=\"_ftnref2\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn2\">[2]<\/a><\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an dalam memaparkan kisah yaitu tidak menjelaskan secara rinci semua \u00a0perkara yang tidak mengandung pelajaran atau hikmah yang bisa dipetik dan cukup dengan isyarat atas kandungan pelajaran dan nasehat di dalamnya.<a name=\"_ftnref3\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn3\">[3]<\/a><\/p>\n<p>Dalam kisah Dzulqarnain ini terdapat\u00a0<em>\u2018ibrah<\/em>\u00a0yang bisa kita ambil, terutama untuk para pemimpin. Ibrah dalam masalah keimanan, keadilan, kebijaksanaan dan perhatian terhadap rakyatnya.<\/p>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla berfirman.<\/p>\n<h3>\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0642\u064e\u0635\u064e\u0635\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0639\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0650\u0623\u064f\u0648\u0644\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650\u00a0\u06d7<strong>\u00a0<\/strong>\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062b\u064b\u0627 \u064a\u064f\u0641\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0635\u0652\u062f\u0650\u064a\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0641\u0652\u0635\u0650\u064a\u0644\u064e \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p>\u201c<em>Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur\u2019an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman<\/em>[Yusuf\/12:111]<\/p>\n<p><strong>DZULQARNAIN RAJA SHALIH YANG BERIMAN<\/strong><br \/>\nDia adalah\u00a0 seorang hamba yang shalih yang telah All\u00e2h Subhanahu wa Ta\u2019ala anugerahi kekuasaan di bumi dan All\u00e2h juga memberikannya ilmu dan hikmah serta All\u00e2h Azza wa Jalla pakaikan kewibawaan padanya, walaupun kita tidak tahu siapakah dia.<\/p>\n<p>Ibnu Katsir rahimahulah\u00a0 mengatakan, \u201cAll\u00e2h Azza wa Jalla telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar dan segala sesuatu yang ada untuk seorang raja, berupa kekuasaan, tentara, peralatan perang dan sarana prasarana yang memadai. Dengannya, dia bisa mengusai dunia, bagian timur maupun baratnya, dan dia menaklukkan berbagai negeri serta menundukkan para penguasa lainnya. Sehingga semua orang berkhidmat untuk kerajaannya. Oleh karena itu, sebagian Ulama berpendapat mengapa dia digelari Dzulqarnain karena kekuasaannya meliputi tempat terbit dan tempat terbenam yaitu timur dan barat bumi.\u201d\u00a0<a name=\"_ftnref4\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn4\">[4]<\/a><\/p>\n<p>Dalam al-Qur\u2019an, dikisahkan tentang tiga perjalanan yang dilakukan Dzulqarnain. Pada setiap perjalanannya ada ibrah atau pelajaran. Berikut kisah perjalanan Dzulqarnain.<\/p>\n<p><strong>PERJALANAN PERTAMA : DZULQARNAIN TIBA DI ARAH TERBENAMNYA MATAHARI YAITU ARAH BARA<\/strong><br \/>\n<strong>1. Dzulqarnain mempunyai kemampuan dan kemauan<\/strong><br \/>\nAll\u00e2h Subhanahu wa Ta\u2019ala telah memberikan kekuasaan\u00a0dan memantapkan pengaruhnya di segenap\u00a0penjuru bumi.<\/p>\n<h3>\u0641\u064e\u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627 \ufd3f\u0668\u0665\ufd3e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0645\u064e\u063a\u0652\u0631\u0650\u0628\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u063a\u0652\u0631\u064f\u0628\u064f \u0641\u0650\u064a \u0639\u064e\u064a\u0652\u0646\u064d \u062d\u064e\u0645\u0650\u0626\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em>Maka\u00a0diapun menempuh suatu jalan.\u00a0Hingga apabila dia telah sampai ke tempat\u00a0terbenam matahari, dia melihat matahari\u00a0terbenam di dalam laut yang berlumpur\u00a0hitam, dan dia mendapati di situ segolongan\u00a0umat.<\/em>[Al-Kahfi\/18:85-86]<\/p>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla memudahkan jalan baginya untuk menaklukkan banyak daerah dan kampung serta menaklukkan negeri-negeri dan tempat-tempat yang lainnya, serta mampu mengalahkan para musuh dan menaklukkan para raja penguasa, serta merendahkan ahlu syirik. Sungguh dia telah diberi segala sesuatu sebagai jalan yang memudahkannya untuk melakukan semua itu.<em>Wallahu a\u2019lam<\/em>.<a name=\"_ftnref5\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn5\">[5]<\/a><\/p>\n<p>Dzulqarnain menggunakan sebab-sebab yang telah All\u00e2h Azza wa Jalla berikan itu, sesuai dengan\u00a0fungsinya dan dia mempunyai kemampuan dan kemauan. Karena tidak setiap orang yang\u00a0mempunyai suatu sebab (jalan kemudahan), lalu punya kemauan untuk menjalaninya, serta tidak setiap orang\u00a0mampu untuk menjalani\u00a0sebab itu. Sehingga, ketika kemampuan untuk menjalani sebab\u00a0yang hakiki dan kemauan untuk menjalaninya berpadu,\u00a0maka tujuan akan tercapai. Apabila keduanya tidak ada atau salah\u00a0satunya tidak ada, maka tujuan tidak akan\u00a0tercapai.<\/p>\n<p>Sebab-sebab atau faktor-faktor yang All\u00e2h Azza wa Jalla berikan\u00a0kepada Dzulqarnain tidak diberitakan oleh All\u00e2h Azza wa Jalla maupun Rasul-Nya kepada kita, juga tidak ada nukilan para ahli sejarah tentang itu. Maka, seyogyanya kita juga diam, tidak membicarakannya. Namun secara umum kita tahu bahwa faktor-faktor tersebut kuat dan banyak, baik faktor dari dalam maupun dari luar. Dia punya pasukan yang besar dan perlengkapannya, serta diatur dengan baik. Dengan pasukannya, dia mampu mengalahkan para musuh, hingga sampai ke belahan\u00a0timur, barat maupun segenap penjuru\u00a0bumi.\u00a0<a name=\"_ftnref6\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn6\">[6]<\/a><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Dzulqarnain termasuk raja yang shalih, wali All\u00e2h yang adil lagi berilmu. Dia mendapatkan ridha All\u00e2h Azza wa Jalla dengan memperlakukan setiap orang sesuai dengan kedudukannya<\/strong>.<br \/>\nAll\u00e2h Azza wa Jalla berfirman:<\/li>\n<\/ol>\n<h3>\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064e \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u062a\u0651\u064e\u062e\u0650\u0630\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0668\u0666\ufd3e\u00a0\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0638\u064e\u0644\u064e\u0645\u064e \u0641\u064e\u0633\u064e\u0648\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064f\u0631\u064e\u062f\u0651\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0647\u0650 \u0641\u064e\u064a\u064f\u0639\u064e\u0630\u0651\u0650\u0628\u064f\u0647\u064f \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064b\u0627 \u0646\u064f\u0643\u0652\u0631\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0668\u0667\ufd3e\u00a0\u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062c\u064e\u0632\u064e\u0627\u0621\u064b \u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670\u00a0\u06d6<strong>\u00a0<\/strong>\u0648\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0646\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em>Kami berkata, \u2018Wahai Dzulqarnain! Kamu\u00a0boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan\u00a0terhadap mereka.\u2019 Dzulqarnain mengatakan,\u00a0\u2018Adapun orang yang aniaya, maka kami\u00a0kelak akan mengadzabnya, kemudian dia\u00a0dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia\u00a0mengadzabnya dengan adzab yang tidak\u00a0ada taranya. Adapun orang-orang yang\u00a0beriman dan beramal shalih, maka baginya\u00a0pahala yang terbaik sebagai balasan, dan\u00a0akan kami titahkan kepadanya (perintah)\u00a0yang mudah dari perintah-perintah kami\u2019.\u201d<\/em>\u00a0[Al-Kahfi\/18:86-88]<\/p>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla telah memberi kekuasaan kepadanya dan menyerahkan keputusan hukuman terhadap mereka. Dia bisa menahan, membunuh atau berbuat baik dan melepaskan mereka. Karena All\u00e2h Azza wa Jalla mengetahui keadilannya dan keimanannya. Ini tampak dari keputusan yang diambilnya yaitu orang yang zhalim dan terus berada dalam kezhaliman, kekufuran dan kesyirikan akan disiksa, kemudian jika dia kembali kepada Rabbnya maka akan diadzab dengan adzab yang pedih. Adapun orang yang beriman, dia akan mendapatkan surga\u00a0serta kedudukan yang baik di sisi All\u00e2h\u00a0 pada\u00a0hari kiamat.<a name=\"_ftnref7\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn7\"><strong><em>[7]<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n<p>Syaikh as-Sa\u2019di rahimahullah berkata tentang firman All\u00e2h Azza wa Jalla, yang artinya,<em>\u201cKami berkata, \u2018Wahai Dzulqarnain!\u00a0Kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat\u00a0kebaikan terhadap mereka\u2019.\u201d<\/em>\u00a0yakni, engkau bisa menghukum mereka\u00a0dengan membunuh, memukul, atau menawan\u00a0mereka dan semacamnya, atau engkau\u00a0bisa berbuat baik kepada mereka. Dzulqarnain\u00a0diberi dua pilihan, karena \u2013yang nampak\u2013\u00a0kaum itu adalah orang kafir atau fasik,\u00a0atau memiliki sebagian sifat-sifat\u00a0tersebut, karena bila mereka kaum\u00a0yang beriman, tentu\u00a0All\u00e2h Azza wa Jalla \u00a0tidak mengizinkan\u00a0Dzulqarnain menyiksa mereka.<\/p>\n<p>Ini\u00a0menunjukkan bahwa Dzulqarnain memiliki\u00a0<em>as-siy\u00e2sah\u00a0asy-syar\u2019iyyah<\/em>\u00a0yang menjadikannya\u00a0berhak mendapatkan pujian dan sanjungan, karena taufiq\u00a0yang All\u00e2h Subhanahu wa Ta\u2019ala berikan kepadanya. lalu\u00a0dia menjadikan mereka\u00a0dua bagian:<\/p>\n<ul>\n<li><em>adapun orang yang aniaya.\u201d<\/em>yakni\u00a0kafir. \u00a0<em>\u201cmaka kami kelak akan mengadzabnya,\u00a0kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya,\u00a0lalu dia mengadzabnya dengan adzab yang\u00a0tidak ada taranya.\u201d<\/em>\u00a0Yaitu; orang yang\u00a0aniaya akan mendapatkan dua hukuman,\u00a0hukuman di dunia dan di akhirat.<\/li>\n<li><em>adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka baginya pahala terbaik sebagai balasan.\u201d<\/em>yakni sebagai\u00a0balasannya, dia akan mendapatkan surga\u00a0serta kedudukan yang baik di sisi All\u00e2h Azza wa Jalla pada\u00a0hari kiamat.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>\u201cdan akan kami titahkan kepadanya\u00a0(perintah) yang mudah dari perintah-perintah\u00a0kami.\u201d<\/em>\u00a0yaitu, kami akan berbuat baik\u00a0kepadanya, berlemah lembut dalam tutur kata,\u00a0dan kami permudah muamalah baginya.<\/p>\n<p>Ini\u00a0menunjukkan bahwa Dzulqarnain termasuk\u00a0raja yang shalih, wali All\u00e2h yang adil lagi\u00a0berilmu, di mana dia menepati keridhaan\u00a0All\u00e2h Azza wa Jalla dengan memperlakukan setiap\u00a0orang sesuai dengan kedudukannya.\u00a0<a name=\"_ftnref8\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn8\">[8]<\/a><\/p>\n<p><strong>PERJALANAN KEDUA :\u00a0SAMPAINYA DIA KE BUMI BAGIAN TIMUR<\/strong><br \/>\n<strong>3. Dzulqarnain Pemimpin yang menyeru kepada All\u00e2h Subhanahu wa Ta\u2019ala<\/strong><br \/>\nKemudian dia menempuh kembali perjalanannya dari arah terbenamnya matahari ke arah terbitnya matahari, dan setiap dia melewati suatu kaum maka dia akan menaklukkan dan mengalahkan mereka serta\u00a0<strong>menyeru mereka kepada All\u00e2h<\/strong>\u00a0Azza wa Jalla. Apabila mereka menerima ajakannya, mereka akan dimuliakan dan jika tidak diterima seruannya, mereka akan dihinakan.<a name=\"_ftnref9\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn9\">[9]<\/a><\/p>\n<p>Dia mengatakan, \u201cTerimalah seruan kami! Hendaklah kalian beribadah hanya kepada All\u00e2h Azza wa Jalla dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, maka kalian akan mendapatkan balasan yang baik di akhirat di sisi All\u00e2h Azza wa Jalla \u201c<a name=\"_ftnref10\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn10\">[10]<\/a><\/p>\n<h3>\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0668\u0669\ufd3e\u00a0\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0645\u064e\u0637\u0652\u0644\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0645\u0652\u0633\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0637\u0652\u0644\u064f\u0639\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0644\u064e\u0645\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0633\u0650\u062a\u0652\u0631\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0669\u0660\ufd3e\u00a0\u0643\u064e\u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0637\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062e\u064f\u0628\u0652\u0631\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em>Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. Demikianlah, sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.<\/em>[Al-Kahfi\/18:89-91]<\/p>\n<p>Dia\u00a0mendapati matahari menyinari segolongan\u00a0umat yang All\u00e2h Azza wa Jalla tidak menjadikan bagi\u00a0mereka sesuatu yang melindunginya dari\u00a0(cahaya) matahari itu. Mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang mereka diami dan tidak ada pepohonan untuk berteduh. Said bin Zubair mengatakan, \u201c(Kehidupan) mereka sangat terbelakang (liar) , terpencil dan tempat tinggal mereka berpindah-pindah, \u00a0kebanyakan penghidupan mereka dari mencari ikan.\u201d<a name=\"_ftnref11\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn11\">[11]<\/a><\/p>\n<p>Disana tidak ada pepohonan atau gunung atau bangunan yang bisa melindungi mereka dari sinar terik matahari, dan dikatakan mereka tidak memakai pakaian(telanjang).<a name=\"_ftnref12\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn12\">[12]<\/a><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Dia melaksanakan perkara yang mendatangkan maslahat bagi rakyatnya, dan berusaha untuk menebarkan kebaikan di penjuru bumi<\/strong>.<br \/>\nSesungguhnya dia seorang raja yang menguasai\u00a0 timur dan barat. Dia membantu orang yang beriman dan menyiksa para penyembah berhala, dan dia melaksanakan perkara yang mendatangkan maslahat bagi rakyatnya, dan berusaha untuk menebarkan kebaikan di penjuru bumi<strong>.\u00a0<\/strong>Ini diisyaratkan dalam ayat secara umum sebagaimana firman All\u00e2h Azza wa Jalla ,\u00a0<em>\u201cDan\u00a0akan kami titahkan kepadanya (perintah)\u00a0yang mudah dari perintah-perintah kami\u2019<\/em>\u201d dan dijelaskan secara langsung diakhir kisah, tentang Dzulqarnain yang membuat benteng pembatas. Juga sebagaimana diisyaratkan dalam firman-Nya, \u201c<em>Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu<\/em>.\u201d maka seakan ada isyarat bahwa dia Dzulqarnain membantu orang-orang itu dengan mendirikan bangunan yang dapat melindungi badan mereka dari sinar terik matahari, atau memberikan pakaian dan penutup kepada mereka. Ini terpahami dari konteks ayat.<a name=\"_ftnref13\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn13\">[13]<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>Penafsiran yang lain, orang-orang ini diperlakukan sama seperti orang-orang yang ada di bagian barat yaitu yang kafir (tidak mau beriman) diantara mereka akan mendapatkan siksa sedangkan yang mau beriman akan diperlakukan baik.<a name=\"_ftnref14\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn14\">[14]<\/a><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong> Pujian All\u00e2h Subhanahu wa Ta\u2019ala kepada Dzulqarnain, karena kebaikan dan sebab- sebab agung yang ada padanya.<\/strong><br \/>\nAll\u00e2h Azza wa Jalla\u00a0berfirman, yang artinya,\u00a0<em>\u201cDemikianlah. Sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.\u201d (Al-Kahfi\/18:91)<\/em>. Maksudnya, Kami mengetahui kebaikan\u00a0dan sebab-sebab agung yang ada padanya,\u00a0dan ilmu Kami selalu bersamanya, kemanapun ia berjalan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>All\u00e2h Azza wa Jalla maha mengetahui semua keadaannya dan keadaan bala tentaranya, tidak ada yang tersembunyi sedikitpun bagi All\u00e2h Azza wa Jalla walaupun berbeda-beda umat, terpencar dan terpisah-pisah di seantero bumi. All\u00e2h Azza wa Jalla berfirman:<\/p>\n<h3>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0641\u064e\u0649\u0670 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064c \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650<\/h3>\n<p><em>Sesungguhnya bagi All\u00e2h tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.<\/em>[Ali Imran\/3:5]<\/p>\n<p><strong>PERJALANAN KETIGA : DZULQARNAIN KE DAERAH YA\u2019JUJ DAN MA\u2019JUJ DAB PEMBUATAN DINDING PEMBATAS<\/strong><br \/>\nAll\u00e2h Azza wa Jalla berfirman:<\/p>\n<h2>\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0633\u064e\u0628\u064e\u0628\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0669\u0662\ufd3e\u00a0\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0644\u064e\u063a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u062f\u0651\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u062f\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u064a\u064e\u0641\u0652\u0642\u064e\u0647\u064f\u0648\u0646\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0669\u0663\ufd3e\u00a0\u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0627 \u0630\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u064a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064e \u0645\u064f\u0641\u0652\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0644\u064e\u0643\u064e \u062e\u064e\u0631\u0652\u062c\u064b\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064e\u062f\u0651\u064b\u0627<\/h2>\n<p><em>Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, \u201cHai Dzulqarnain! Sesungguhnya Ya\u2019juj dan Ma\u2019juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?\u201d<\/em>\u00a0[Al-Kahfi\/18:92-94]<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong> All\u00e2h memberikan Dzulqarnain sebab-sebab ilmiah sehingga dia bisa faham bahasa asing kaumnya<\/strong><br \/>\nPara ahli tafsir mengatakan bahwa Dzulqarnain\u00a0pergi dari arah timur menuju ke arah utara, hingga akhirnya beliau sampai di antara dua dinding\u00a0penghalang. Kedua dinding penghalang\u00a0itu adalah rantai pegunungan yang dikenal\u00a0pada masa itu, yang menjadi penghalang\u00a0antara Ya`juj dan Ma`juj dengan manusia. Di\u00a0hadapan kedua gunung itu, dia menemukan\u00a0suatu kaum yang hampir-hampir tidak bisa\u00a0memahami pembicaraan, karena bahasa mereka sangat asing serta akal dan\u00a0hati mereka tidak bagus. Namun, All\u00e2h Azza wa Jalla memberikan\u00a0Dzulqarnain sebab-sebab ilmiah sehingga dia bisa memaahami bahasa kaum itu dan dia bisa memahamkan mereka.\u00a0Dia bisa berbicara kepada mereka dan\u00a0mereka bisa berbicara kepadanya. Mereka\u00a0kemudian mengeluhkan kejahatan Ya`juj\u00a0dan Ma`juj kepada Dzulqarnain dan meminta agar Dzulqarnain membuatkan mereka dinding penghalang dari Ya\u2019juj dan Ma\u2019juj agar mereka terhindar dari kerusakan yang dibuat Ya\u2019juj dan Ma\u2019juj. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu membangun dinding penghalang,\u00a0dan mereka mengetahui kemampuan\u00a0Dzulqarnain untuk membangunnya.\u00a0<a name=\"_ftnref15\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn15\">[15]<\/a><\/li>\n<li><strong> Dzulqarnain bukan orang yang tamak, dia tidak memiliki keinginan terhadap harta dunia.<\/strong><strong>Namun dia juga tidak meninggalkan usaha perbaikan keadaan rakyat.<\/strong><br \/>\nSaat meminta tolong kepada Dzulqarnain, mereka\u00a0berjanji akan memberinya upah. Dzulqarnain\u00a0bukan orang yang tamak, dia tidak memiliki\u00a0keinginan terhadap harta dunia. Namun dia\u00a0juga tidak meninggalkan usaha perbaikan keadaan\u00a0rakyat, hahkan tujuannya adalah perbaikan.\u00a0Sehingga dia memenuhi permintaan mereka\u00a0karena kemaslahatan yang terkandung di\u00a0dalamnya. Dia tidak mengambil upah dari\u00a0mereka.<a name=\"_ftnref16\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn16\">[16]<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>Ibnu Jarir dari Atha dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, \u201c(Mereka berjanji akan memberikan) upah yang besar (<em>ajran azhiman<\/em>) yaitu dengan cara (masing-masing) mereka mengumpulkan\u00a0 harta benda yang mereka miliki untuk kemudian (mereka satukan) lalu diberikan kepada Dzulqarnain sebagai upah, sehingga dia bisa membuatkan benteng penghalang.\u00a0<a name=\"_ftnref17\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn17\">[17]<\/a><\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li><strong> Dzulqarnain mengajak partisipasi rakyatnya dalam membangun dinding pemisah, untuk kemaslahatan mereka.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<h3>\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0643\u0651\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0641\u064e\u0623\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0628\u0650\u0642\u064f\u0648\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062f\u0652\u0645\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em>\u00a0Dzulqarnain\u00a0berkata, \u201cApa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,<\/em>[Al-Kahfi\/18:95]<\/p>\n<p>Kemudian Dzulqarnain dalam rangka menjaga diri dan agamanya serta mewujudkan kebaikan, ia mengatakan, \u201cSesungguhnya All\u00e2h Azza wa Jalla telah memberikan kepadaku kekuasaan dan kedudukan yang itu lebih baik untukku daripada harta yang kalian kumpulkan untuk kalian berikan kepadaku. Namun, bantulah aku dengan kekuatan tenaga dan perbuatan kalian dan penyediaan alat-alat untuk membangunnya.\u00a0<a name=\"_ftnref18\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn18\">[18]<\/a>\u00a0\u201c<em>Agar aku membuatkan dinding antara\u00a0kamu dan mereka.<\/em>\u201d sebagai penghalang agar mereka\u00a0tidak melintasi kalian.<\/p>\n<h3>\u0622\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0632\u064f\u0628\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u0650\u064a\u062f\u0650\u00a0\u06d6<strong>\u00a0<\/strong>\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0627\u0648\u064e\u0649\u0670 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0627\u0646\u0652\u0641\u064f\u062e\u064f\u0648\u0627\u00a0\u06d6<strong>\u00a0<\/strong>\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0627\u0631\u064b\u0627 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0622\u062a\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064f\u0641\u0652\u0631\u0650\u063a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0642\u0650\u0637\u0652\u0631\u064b\u0627\u00a0\ufd3f\u0669\u0666\ufd3e\u00a0\u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0638\u0652\u0647\u064e\u0631\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u0637\u064e\u0627\u0639\u064f\u0648\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0646\u064e\u0642\u0652\u0628\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em>Berilah aku potongan-potongan besi\u201d. hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain, \u201cTiuplah (api itu)\u201d. hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata, \u201cBerilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu\u201d. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.<\/em>\u00a0[Al Kahfi\/18:96-97]<\/p>\n<p>Mereka memberikan potongan-potongan besi kepada Dzulqarnain. Hingga ketika besi itu telah rata dengan dua gunung yang antara keduanya dibangun penghalang. \u201cDzulqarnain berkata, \u201cNyalakanlah api yang besar. Gunakanlah alat tiup agar nyalanya membesar, sehingga tembaga itu meleleh. Tatkala tembaga yang hendak dia tuangkan di antara potongan-potongan besi itu telah meleleh, , dia berkata berilah aku tembaga yang telah mendidih lalu tuang tembaga yang meleleh ke atas besi panas itu. Maka dinding penghalang itu menjadi luar biasa kokoh. Umat manusia yang berada di belakang menjadi aman dari kejahatan Ya`juj dan Ma`juj. Sehingga Ya`juj dan Ma`juj tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mendakinya karena tingginya penghalang itu. Tidak pula mereka bisa melubanginya karena kekokohan dan kekuatannya.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li><strong> Dzulqarnain menyandarkan hasil kerjanya sebagai rahmat dari rabbnya, dan bersyukur kepada Rabbnya atas kekokohan dan kemampuannya.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<h3>\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u00a0\u06d6<strong>\u00a0<\/strong>\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062c\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u062f\u064e\u0643\u0651\u064e\u0627\u0621\u064e\u00a0\u06d6<strong>\u00a0<\/strong>\u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u0639\u0652\u062f\u064f \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a \u062d\u064e\u0642\u0651\u064b\u0627<\/h3>\n<p><em>Dzulqarnain berkata, \u201cIni (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabbku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar\u201d.<\/em>[Al Kahfi\/18 :98]<\/p>\n<p>Setelah melakukan\u00a0perbuatan baik dan pengaruh yang mulia,\u00a0Dzulqarnain menyandarkan nikmat itu\u00a0kepada Pemiliknya. Dia berkata,\u00a0<em>\u201cIni (dinding) adalah rahmat dari\u00a0Rabbku.\u201d<\/em>\u00a0(Al-Kahfi\/18: 98)\u00a0Maksudnya, merupakan karunia dan\u00a0kebaikan-Nya terhadapku. Inilah keadaan\u00a0para pemimpin yang shalih. Bila All\u00e2h Azza wa Jalla memberikan kenikmatan yang mulia\u00a0kepada mereka, bertambahlah syukur,\u00a0penetapan, dan pengakuan mereka akan\u00a0nikmat All\u00e2h Azza wa Jalla .<\/p>\n<p>Dzulqarnain berkata, \u00a0\u201cMaka apabila sudah datang janji\u00a0Rabbku akan keluarnya Ya`juj\u00a0dan Ma`juj, Dia menjadikan dinding\u00a0penghalang yang kuat dan kokoh itu\u00a0(hancur luluh), dan runtuh. Ratalah dinding\u00a0itu dengan tanah.\u00a0<em>\u201cDan janji Rabbku itu adalah benar.\u201d<\/em>\u00a0[Al-Kahfi\/18:98]<\/p>\n<p>Sebagaimana firman\u00a0All\u00e2h Subhanahu wa Ta\u2019ala :<\/p>\n<h3>\u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649\u0670 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064f\u062a\u0650\u062d\u064e\u062a\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0623\u0652\u062c\u064f\u0648\u062c\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u062d\u064e\u062f\u064e\u0628\u064d \u064a\u064e\u0646\u0652\u0633\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/h3>\n<p><em>\u201cHingga apabila dibukakan (dinding)\u00a0Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan\u00a0cepat dari seluruh tempat yang tinggi.\u201d<\/em>\u00a0[Al-Anbiya\/21: 96]<a name=\"_ftnref19\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn19\">[19]<\/a><\/p>\n<p><strong>FAEDAH DARI KISAH<\/strong><a name=\"_ftnref20\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftn20\">[20]<\/a><\/p>\n<ol>\n<li>All\u00e2h mengangkat derajat sebagian manusia atas sebagian yang lain dan memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki berupa kekuasaan dan harta, karena Dia yang maha kuasa dan yang mengetahui semua hikmah yang tersembunyi.<\/li>\n<li>Isyarat untuk melakukan sebab, sebagaimana\u00a0<em>sunatullah<\/em>dalam\u00a0<em>kauniyah<\/em>-Nya dengan bersungguh-sungguh berusaha dan bekerja maka akan tercapai tujuan. Kadar keberhasilan seseorang berbanding lurus dengan kadar kesungguh-sungguhannya.<\/li>\n<li>Semangat dalam melakukan perkara yang penting serta berusaha menghilangkan rintangan , tetap semangat dan tidak putus asa dalam mencapai tujuan.<\/li>\n<li>Siapa yang berkuasa maka tidak seharusnya dia mabuk kepayang dengan kekuasaannya, serta tidak semena-mena menggunakan kekuasaannya untuk menyiksa dan menghukum orang yang dia mau. Dia harus memperlakukan orang yang baik dengan cara baik dan bersikap tegas terhadap orang yang jahat. Dengannya, dia bisa memberikan rasa keadilan kepada rakyatnya.<\/li>\n<li>Seorang penguasa hendaknya menjaga diri dari harta rakyatnya dan tidak menerima imbalan dari pekerjaan yang dia lakukan selama dia telah dicukupkan oleh All\u00e2h Azza wa Jalla , karena dengan sikap itu dia menjaga kehormatannya dan akan menambah kecintaan rakyat kepadanya.<\/li>\n<li>Mengungkapkan kenikmatan yang telah All\u00e2h Azza wa Jalla berikan adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya. Dan menunjukkan kelemahan seorang hamba karena dia tidak akan mampu kecuali atas pertolongan-Nya. Sebagaimana ucapan\u00a0Nabi Sulaiman:\u00a0<em>\u201cIni termasuk karunia Rabbku untuk\u00a0mencoba aku apakah aku bersyukur atau\u00a0mengingkari (akan nikmat-Nya).\u201d<\/em>[An-Naml\/27:40]<\/li>\n<li>Terbukanya atau hancurnya dinding pembatas yang dibuat oleh Dzulqarnain serta keluarnya Ya\u2019juj dan Ma\u2019juj salah satu diantara tanda kiamat besar.<\/li>\n<li>Mengingat negeri akhirat dan fananya dunia akan menjadikan seseorang bersungguh-sungguh menyiapkan bekal untuk alam yang kekal abadi dan kenikmatan yang langgeng selamanya.<\/li>\n<li>Pelajaran akan abadinya amalan yang baik dan atsar perbuatan yang mulia. Sebagaimana yang\u00a0 dikisahkan dalam ayat yang mulia ini, maka kebaikan Dzulqarnain berupa kebaikan akhlaknya, keberanian, keluhuran cita-citanya, menjaga kehormatan diri, keadilan dan usahanya mengokohkan keamanan dan memberi kebaikan kepada orang baik serta memberi hukuman orang zhalim, perbuatannya itu tetap dipuji dan diabadikan walaupun orangnya telah tiada.<\/li>\n<li>Hendaknya seorang pemimpin mengupayakan keamanan bagi rakyatnya, menjaga mereka,\u00a0 mencegah dari kejelekan, menutup kekurangan dan memperbaiki mereka, menjaga harta mereka, mengarahkan kepada\u00a0 yang bermanfaat untuk mereka, dan menjaga hak-hak rakyatnya yang berada di bawah kekuasaan dan pengawasannya.<\/li>\n<li>Untuk mencapai kemaslahatan, kebaikan dan keamanan bersama maka seorang pemimpin membutuhkan partisipasi dari rakyatnya<\/li>\n<li>Hendaklah\u00a0nikmat-nikmat yang besar tidak menjadikan\u00a0seseorang congkak dan sombong.\u00a0Sebagaimana kesombongan Qarun ketika dia berkata:\u00a0<em>\u201cSesungguhnya aku hanya diberi harta\u00a0itu, karena ilmu yang ada padaku.\u201d\u00a0<\/em>[Al-Qashash\/28:78]<\/li>\n<\/ol>\n<p>_______<br \/>\nFootnote<br \/>\n<a name=\"_ftn1\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref1\">[1]<\/a>\u00a0Lihat pembahasannya dalam\u00a0<em>Kam\u00e2 Tak\u00fbn\u00fb Yuwall\u00e2 \u2018alaikum<\/em>, hlm. 106-113, Syaikh Abdulmalik Ramadhani\u00a0<em>hafizhahullah<\/em>.<br \/>\n<a name=\"_ftn2\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref2\">[2]<\/a><em>Tais\u00eer Kar\u00eemir Rahman<\/em>, Tafsir surat al-Kahfi, ayat ke-83, hlm. 653, Syaikh as-sa\u2019di, Jum\u2019iyah Ihy\u00e2 at Tur\u00e2ts al-Isl\u00e2m\u00ee.<br \/>\n<a name=\"_ftn3\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref3\">[3]<\/a>\u00a0<em>Tais\u00eerul Man\u00e2n F\u00ee Qishashil Qur\u2019an<\/em>, hlm. 416, Ahmad Far\u00eed, D\u00e2r Ibnil Jauzi.<br \/>\n<a name=\"_ftn4\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref4\">[4]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tais\u00eerul Man\u00e2n F\u00ee Qishashil Qur\u2019an<\/em>, hlm. 418-419<br \/>\n<a name=\"_ftn5\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref5\">[5]<\/a>\u00a0<em>Tafsir Ibnu Katsir<\/em>, hlm. 103, Darul Kutub al-Ilmiyah<br \/>\n<a name=\"_ftn6\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref6\">[6]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tais\u00eer Kar\u00eemir Rahman<\/em>, Surat al-Kahfi ayat ke-84 s\/d 85, hlm. 654, Syaikh as-sa\u2019di, Jumiyah Ihya at-Turats al-Islami.<br \/>\n<a name=\"_ftn7\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref7\">[7]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tafs\u00eer Ibnu katsir,\u00a0<\/em>hlm. 105, Darul Kutub al-Ilmiyah.<br \/>\n<a name=\"_ftn8\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref8\">[8]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tais\u00eer Kar\u00eemir Rahman<\/em>, hlm. 654<br \/>\n<a name=\"_ftn9\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref9\">[9]<\/a>\u00a0<em>Tafsir Ibnu katsir<\/em>, hlm. 105<br \/>\n<a name=\"_ftn10\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref10\">[10]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tais\u00eerul Man\u00e2n f\u00ee Qishashil Qur\u2019an<\/em>, hlm. 419<br \/>\n<a name=\"_ftn11\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref11\">[11]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tafs\u00eer Ibnu Katsir,\u00a0<\/em>hlm. 105, Surat al-Kahfi ayat ke-90<br \/>\n<a name=\"_ftn12\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref12\">[12]<\/a>\u00a0lihat\u00a0<em>Tais\u00eerul Man\u00e2n f\u00ee Qishashil Qur\u2019an<\/em>, \u00a0hlm. 421<br \/>\n<a name=\"_ftn13\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref13\">[13]<\/a>\u00a0<em>Tais\u00eerul Man\u00e2n f\u00ee Qishashil Qur\u2019an<\/em>, \u00a0hlm. 418<br \/>\n<a name=\"_ftn14\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref14\">[14]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tais\u00eerul Man\u00e2n f\u00ee Qishashil Qur\u2019an<\/em>, hlm. 421<br \/>\n<a name=\"_ftn15\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref15\">[15]<\/a><em>Tais\u00eer Kar\u00eemir Rahman<\/em>, hlm. 655<br \/>\n<a name=\"_ftn16\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref16\">[16]<\/a>Tais\u00eer Kar\u00eemir Rahman, hlm. 655<br \/>\n<a name=\"_ftn17\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref17\">[17]<\/a>\u00a0Lihat\u00a0<em>Tafsir Ibnu Katsir<\/em>\u00a0hlm :106; Darul Kutub al-Ilmiyah<br \/>\n<a name=\"_ftn18\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref18\">[18]<\/a>\u00a0<em>Tafsir Ibnu Katsir<\/em>; hal 106; Darul Kutub al-Ilmiyah<br \/>\n<a name=\"_ftn19\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref19\">[19]<\/a>\u00a0diringkas dari\u00a0<em>Taisir al-Karimirrahman<\/em>; Tafsir Surat al-Kahfi:96-98; Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa\u2019di.<br \/>\n<a name=\"_ftn20\"><\/a><a href=\"https:\/\/almanhaj.or.id\/11476-dzulqarnain-penguasa-yang-adil.html#_ftnref20\">[20]<\/a>\u00a0Diringkas dengan perubahan dari\u00a0<em>Taisirul Man\u00e2n Fii Qishashil Qur\u2019an<\/em>; hlm;427-429; Ahmad Far\u00eed; D\u00e2r Ibnil Jauzi.<\/p>\n<p>Majalah As-Sunnah Edisi 11-12\/Tahun XXI\/1439H\/2018M.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bila kita perhatikan ayat-ayat dalam al-Quran niscaya, kita dapati saat membahas masalah hak untuk memberikan kepemimpinan, kekuasaan dan kerajaan, All\u00e2h<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":413,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/411\/revisions\/413"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media\/412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}