{"id":162,"date":"2018-09-03T03:18:22","date_gmt":"2018-09-03T03:18:22","guid":{"rendered":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/?p=162"},"modified":"2018-10-08T01:19:03","modified_gmt":"2018-10-08T01:19:03","slug":"anak-perempuan-jangan-dipaksa-atas-pernikahan-yang-tidak-ia-suka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/anak-perempuan-jangan-dipaksa-atas-pernikahan-yang-tidak-ia-suka\/","title":{"rendered":"Anak Perempuan Jangan Dipaksa Atas Pernikahan Yang Tidak Ia Suka"},"content":{"rendered":"<div class=\"text_exposed_show\"><strong>ANAK PEREMPUAN JANGAN DIPAKSA ATAS PERNIKAHAN YANG TIDAK IA SUKA<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Oleh<br \/>\nSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz<\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\"><strong>Pertanyaan.<\/strong><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah boleh bagi seorang ayah memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang tidak ia suka ?<\/div>\n<div><\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\"><strong>Jawaban.<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Tidak ada hak bagi seorang ayah ataupun yang lain memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang tidak disukainya, melainkan harus berdasarkan izin darinya, karena Rasulullah Shallallahu \u2018alaihin wa sallam telah bersabda.<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\"><strong>\u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0652\u0644\u0623\u064e\u064a\u0650\u0651\u0645\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u062a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0645\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u062d\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u062a\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u0630\u064e\u0646\u064e \u00a0\u0642\u0627\u0644\u0648\u0627: \u064a\u0627 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0643\u064a\u0641 \u0625\u0630\u0646\u0647\u0627\u060c \u0642\u0627\u0644 \u0623\u0646 \u062a\u0633\u0643\u062a<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">\u201cWanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat, dan wanita gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin darinya. Para sahabat bertanya, \u2018Ya Rasulullah, bagaimana izinnya ?\u2019 Beliau menjawab : \u2018Ia diam\u201d. [Riwayat Al-Bukhari dan Muslim]<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Di dalam redaksi lain beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda : \u201cDan izinnya adalah diamnya\u201d<\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Redaksi lain menyebutkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\"><strong>\u0648\u064e\u0627\u0644\u06e1\u0628\u0650\u0643\u06e1\u0631\u064f \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0623\u06e1\u0630\u0650\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0628\u064f\u0648\u0647\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0646\u064e\u0641\u06e1\u0633\u0650\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u06e1\u0646\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0635\u064f\u0645\u064e\u0627\u062a\u064f\u0647\u064e\u0627<\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">\u201cDan perempuan gadis itu dimintai izin oleh ayahnya mengenai dirinya, dan izinnya adalah diamnya\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Adalah kewajiban seorang bapak meminta izin kepada putrinya apabila ia telah berusia sembilan tahun ke atas. Demikian pula para wali tidak boleh menikahkan putri-putrinya kecuali dengan izin dari mereka. Inilah yang menjadi kewajiban semua pihak ; barangsiapa yang menikahkan putrinya tanpa seizin dari dia, maka nikahnya tidak sah, sebab diantara syarat nikah adalah kesukaan (keridhaan) dari keduanya (laki-laki dan perempuan).<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Maka apabila ia dinikahkan tanpa keridhaan darinya, namun dipaksa di bawah ancaman berat atau hukuman pisik, maka nikahnya tidak sah ; kecuali pemaksaan ayah terhadap putrinya yang berusia kurang dari sembilan tahun, maka itu boleh, dengan alasan Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menikahi Aisyah tanpa izin darinya yang pada saat itu masih berumur kurang dari sembilan tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih Al-Bukhari dan Muslim.<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Adapun jika ia telah berusia sembilan tahun ke atas maka tidak boleh dinikahkan kecuali berdasarkan izin dari dia, sekalipun yang akan menikahkannya itu adalah bapaknya sendiri. Dan kepada pihak laki-laki (calon suami) jika mengetahui bahwa perempuan yang ia inginkan tidak menyukai dirinya, maka hendaknya jangan maju terus untuk menikahinya sekalipun bapaknya bersikap penuh toleran kepadanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">Hendaklah selalu bertaqwa kepada Allah dan tidak maju untuk menikahi perempuan yang tidak menyukai dirinya, sekalipun mengaku bahwa bapaknya tidak melakukan pemaksaan. Ia wajib waspada terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah, karena Rasulullah Shallallahu \u2018alaihi wa sallam telah memerintahkan agar meminta izin (terlebih dahulu kepada si permpuan yang dimaksud). Dan kami berpesan kepada perempuan yang dilamar agar selalu bertaqwa kepada Allah dan menyetujui keinginan bapaknya untuk menikahkannya jika lelaki yang melamarnya adalah lelaki ta\u2019at beragama dan baik akhlaknya, karena pernikahan itu menyimpan banyak kebaikan dan maslahat yang sangat besar, sedangkan hidup membujang itu banyak mengandung bahaya. Maka yang kami pesankan kepada semua remaja putri adalah menyetujui lamaran lelaki yang sepadan (dengan dirinya) dan tidak membuat alasan \u2018masih ingin belajar\u2019 atau \u2018ingin mengajar\u2019 atau alasan-alasan lainnya.<\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">(Ibnu Baz, Fatawa Mar\u2019ah, hal 55-56)<\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"text_exposed_show\">[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar\u2019iyyah Fi Al-Masa\u2019il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq]<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANAK PEREMPUAN JANGAN DIPAKSA ATAS PERNIKAHAN YANG TIDAK IA SUKA Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[12,5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":266,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162\/revisions\/266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media\/163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bckpmjlh.majalahassunnah.net\/backup\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}